About Us

General Information

Selaras dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi yang menyertai peradaban manusia di era globalisasi saat ini dan di masa mendatang, mendorong pemerintah dan sektor swasta membangun sumber daya manusia yang handal di bidang Information, Communication Technology and Management. Salah satu bidang ilmu berbasis ICT yang sangat berkembang dan membutuhkan SDM yang sangat besar adalah Sistem Informasi yang menekankan pada kemampuan merancang solusi berbasis Teknologi Informasi yang dibutuhkan oleh organisasi yang memberi nilai strategis (value) terhadap penciptaan, pengolahan, penyimpanan, pendistribusian informasi sebagai salah satu sumber daya penting bagi organisasi dalam mencapai tujuannya.

Description of Program and History

Selaras dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi yang menyertai peradaban manusia di era globalisasi saat ini dan di masa mendatang, mendorong pemerintah dan sektor swasta membangun sumber daya manusia yang handal di bidang Information, Communication Technology and Management. Salah satu bidang ilmu berbasis ICT yang sangat berkembang dan membutuhkan SDM yang sangat besar adalah Sistem Informasi yang menekankan pada kemampuan merancang solusi berbasis Teknologi Informasi yang dibutuhkan oleh organisasi yang memberi nilai strategis (value) terhadap penciptaan, pengolahan, penyimpanan, pendistribusian informasi sebagai salah satu sumber daya penting bagi organisasi dalam mencapai tujuannya. Industri telematika terdiri atas kelompok barang dan jasa, meliputi Industri Perangkat (devices), Infrastruktur/Jaringan (access, nodes, transport, support) dan software (piranti lunak) termasuk aplikasi (content). Bagi negara berkembang, piranti lunak dan jasa pada umumnya memiliki peluang yang lebih besar karena relatif tidak memerlukan investasi besar dalam riset dan peralatan pendukung produksi. Hal ini disebabkan terutama karena piranti lunak lebih berbasis pada tenaga kerja berpengetahuan. Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang telematika sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas unit kerja. Paling tidak ada dua macam lapangan kerja:
(1) Pekerjaan yang menghasilkan produk dan jasa IT (IT enabling job) dan
(2) Pekerjaan yang dimungkinkan akibat penggunaan produk IT (IT enabled job).
IT enabling job ini berada di industri telematika sedangkan IT enabled job berada diberbagai sektor ekonomi. IT enabled job sangat memerlukan SDM yang ahli dalam bidang Sistem Informasi yang akan membuat proses bisnis pada sistem integral dapat berjalan lebih baik dengan bantuan teknologi informasi.

Adanya kesempatan tersebut menuntut pengembangan daya saing industri di bidang Sistem Informasi sehingga pada tahun 2007 Fakultas Rekayasa Industri / d.h Departemen Teknik Industri yang saat itu masih di bawah Institusi Institut Teknologi Telkom membuka Program Studi Sarjana Sistem Informasi dan telah mendapatkan Ijin Operasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan No. 235/D/O/2007 tertanggal 30 November 2007. Berdasarkan Surat Keputusan ijin program studi, maka program studi Sistem Informasi pertama kali beroperasi pada tahun 2008 dengan memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/SMK sederajat untuk mendapatkan pendidikan dan keahlian di bidang Sistem Informasi di Tingkat Sarjana (S1). Setelah menghasilkan lulusan pertama pada tahun 2012, program studi Sistem Informasi mengajukan akreditasi ke BAN-PT dan mendapatkan predikat “B” dengan No.157/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/VII/2013 dan akan berakhir pada tanggal 20 Juli 2018.

Program Studi Sistem Informasi merupakan program studi yang terdiri dari 2 domain, yaitu Bisnis dan Teknologi. Sistem Informasi menjembatani kesenjangan antara komponen teknis (teknologi informasi dan komunikasi) dan komponen non teknis (bisnis dan manajemen), sehingga lulusan dari program studi Sistem Informasi akan memiliki kompentesi teknologi dan kompetensi Bisnis. Program studi Sistem Informasi menekankan pada bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bisnis atau organisasi serta mampu memberikan evaluasi terhadap nilai strategis dari pemanfaatan TIK dalam pencapaian tujuan organisasi. Mahasiswa program studi Sistem Informasi akan banyak mempelajari mengenai fungsi bisnis yang ada di organisasi, bagaimana memodelkan dan melakukan perbaikan proses bisnis, melakukan analisis dan desain untuk menciptakan sistem informasi yang dibutuhkan oleh organisasi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, berkomunikasi yang baik dan beretika profesional.

Visi

Menjadi program studi yang berkelas dunia berbasis riset dan teknologi yang terintegrasi dengan industri berskala enterprise dan industry digital.


Misi

  1. Menyelenggarakan sistem pendidikan berstandar internasional yang terintegrasi dengan penelitian dan layanan kepada masyarakat
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang sistem informasi yang diakui secara internasional
  3. Memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen di bidang sistem informasi dalam kerjasama dengan pemerintah, masyarakat, dan industri untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan peradaban bangsa

Tujuan

Program Sarjana Sistem Informasi diarahkan pada penyelenggaraan program pendidikan sarjana agar :
  1. Tercapainya kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan
  2. Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kompetensi di bidang sistem informasi, dan memiliki daya saing nasional dan internasional
  3. Menciptakan atmosfir akademik yang mendorong budaya belajar aktif, riset yang berkelanjutan dan terintegrasi, serta jiwa kewirausahaan di kalangan sivitas akademika
  4. Menghasilkan karya penelitian dan produk inovasi di bidang sistem informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi nasional

Profil Lulusan

Profil lulusan Sistem Informasi Universitas Telkom terdiri dari 6 profil yaitu Information System Developer; System Integrator; Database Specialist; IT Governance, Risk, and Compliance Specialist; Network Specialist; Technopreneur. Read More

Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran program Studi Sistem Informasi yang sesuai KKNI (Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012) yang mengandung 4 (empat) unsur, yaitu unsur sikap dan tata nilai, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab (keterampilan Umum dalam SN Dikti), dan unsur kemampuan kerja (Keterampilan Khusus dalam SN DIKTI) yang merupakan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang sesuai dengan Peraturan Menteri No. 049 Tahun 2014 untuk kualifikasi KKNI jenjang 6 (S1). Read More

Organizations

Fact and Figure

Awards

  • Kompetisi Keamanan Jaringan Model Death Match

    Prestasi terbaik kembali ditorehkan oleh mahasiswa Telkom University dengan membawa nama “Tim Weti”. Tim yang terdiri dari Herdianto, I Gede Iswara, dan Aditya Pratama ini berhasil menjadi juara III pada pada ajang Kompetisi Keamanan Jaringan yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Del, Sumatera Utara pada tanggal 22-23 Agustus 2014.

    Sebelum lolos ke babak final, tim ini berhasil mengalahkan 12 universitas di seluruh Indonesia yang terdaftar sebagai peserta kompetisi keamanan jaringan ini. Dimana Teknologi Del keluar sebagai juara pertama dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebagai juara kedua .

    Tim Weti ini juga menyampaikan bahwa sistem penilaian yang diterapkan pada kompetisi terdiri dari dua tahap, yaitu tahap Live Scoring dan Dokumentasi. Live scoring merupakan sesi pertama dimana juri melihat langsung step by step saat peserta kompetisi melakukan setup jaringan. Sedangkan pada tahap Dokumentasi, juri melihat ketika peserta kompetisi berhasil melakukan serangan ke jaringan yang lain. Penilian kedua tahap ini ini kemudian diakumulasikan untuk menambahkan dan menentukan peringkat yang akan didapatkan oeh masing-masing tim.

    “Tim Weti” ini juga menambahkan harapannya bagi Tim Weti dan tim-tim lain yang ada di Telkom Unviersity untuk rajin mengikuti lomba di tingkat nasional hingga internasional. Dengan tujuan untuk mengukir prestasi bagi almamater Telkom Unviersity. Selain itu, dengan mengikuti lomba-lomba di tingkat nasional dan internasional akan menambah ilmu dan membuka jalan dengan pihak lain.

  • University of Indonesia Achievement Community

    Yudha Arif Budiman yang berasal dari Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri berhasil memperoleh juara II pada ajang lomba menulis esai dan poster inspiratif yang diselenggarakan oleh University of Indonesia Achievement Community (UIAC). Kompetisi ini berlangsung pada bulan Agustus 2014 yang bertemakan “Kontribusi untuk Negeri”. Dimana ajang ini diikuti oleh peserta dari seluruh universitas di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Pancasila, dan Institut Teknologi Sepuluh November.

    Pada ajang ini, Yudha membuat poster yang bercerita tentang mahasiswa tingkat akhir. Dalam poster yang ia buat berjudul “Pesan Tersampaikan”, ia mengutarakan bahwa mahasiswa pada intinya dituntut untuk lulus dari sistem pendidikan yang ada di Indonesia."Empat tahun sudah aku terpenjara dalam dunia pendidikan," ungkapnya dalam pesan pada poster yang ia buat.

  • Netriders

    Tim Cisco Academy Tel-U dari Fakultas Rekayasa Industri ikut menambah daftar prestasi Telkom University di tingkat nasional sebagai Runner Up Netriders 2014. Tim yang berasal dari Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri ini terdiri dari Ramadhan Triyanto Prabowo dan Herdianto angkatan 2010.

  • Cyber Jawara 2014

    Telkom University kembali menorehkan prestasi di bidang ICT. Kali ini Tim Gethuk yang berasal dari mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri (FRI) dimana terdiri dari I Gede Iswara D., I Made Prawira Indrawan, Ari Apridana, dan Naufal Abrian I berhasil mendapat peringkat kedua dalam kejuaraan Indonesian Security Insident Response Team on Internet and Infrastructure / Coordination Center (ID-SIRTII/CC). Komptesi bertajuk Cyber Jawara 2014 ini berlangsung mulai bulan Oktober hingga November 2014 dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta seluruh Indonesia yang terdiri dari Perguruan Tinggi dan Umum.

    Dalam kejuaraan ini Tim Gethuk memperoleh skor 1998 poin, dimana poin tertinggi didapatkan oleh Universitas Muhammadyah Malang (UMM) dengan perolehan skor 2300. Menurut I Gede Prawira selaku ketua tim, system penilaian lomba terdiri dari dua tahap yaitu General Knowledge dan Capture The Flag. Pertama seluruh tim diberikan pertanyaan dasar mengenai jaringan dan keamanannya. Pada sesi selanjutnya mereka harus menemukan skrip yang mencurigakan pada sebuah jaringan dan kemudianan skrip tersebut harus dilaporkan kepada juri.

    Selanjutnya pada bagian capture the flag yang memiliki 3 tingkat kesulitan (easy, medium, dan hard), Tim Gethuk kehabisan waktu dalam menyelesaikan soal di tingkat hard tersebut. Namun kekompakan tim Gethuk tetap dipertahankan hingga pada akhirnya juara dua berhasil diraih. Kedepannya Tim Gethuk berharap “Mahasiswa Sistem Informasi khususnya Telkom University selalu bersemangat untuk mengikuti kompetisi di luar kampus, dan intinya jangan takut dengan status mahasiswa baru kalau ternyata kita punya kemampuan.”ujarnya.

  • Asia Pacific ICT Alliance (APICTA)

    Telkom University (Tel-U) kembali menorehkan prestasi cemerlang dalam ajang kompetisi internasional. Dalam Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) 2014 dalam kategori Tertiary Student Project yang diselenggarakan pada 27-30 November 2014 Jakarta, Tim Turangga, berhasil menjadi juara Merit Winner.

    Sebelumnya Tim Turangga berhasil menjadi juara pertama di ajang INAICTA 2014. Kemenangan inilah yang membawa Tim Turangga mewakili Indonesia di APICTA 2014. Kompetisi ini diikuti oleh 17 negara anggota meliputi Australia, Brunei, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Korea, Macau, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Dimana tempat berlangsungnya kompetisi ini diadakan secara bergiliran di Negara Anggota APICTA per tahun.

    Tim Turangga terdiri dari Raden Rogers Dwiputra Setiady dari Prodi S1 Sistem Komputer posisi dalam Tim sebagai Ketua dan Software Developer, RestuIsjaka Purwandana dari Prodi S1 Sistem Komputer sebagai Mobile App Developer, YuniarPristyan Chandradari S1 Sistem Komputer sebagai UX Designer, Shifa Manaruliesya Anggriane dari S1 Sistem Komputer Anggota sebagai System Analyst, dan Inas Nisrina dari S1 Sistem Infomasi sebagai Business Analyst dan Presenter. Mereka dibimbing oleh dosen Umar Ali Ahmad, ST., MT. Menurut Umar, aplikasi monitoring sampah yang menggunakan metode crowd sourcing ini berguna untuk memonitor keberadaan sampah yang menumpuk di suatu daerah. Aplikasi ini terintegritas dengan server yang dapat mengirimkan broadcast message kepada petugas kebersihan yang berada paling dekat dalam radius 1 km dari sampah tersebut. “Aplikasi ini diberi nama MonTrash, yang tersedia pada Windows Phone 8, Android dan Aplikasi Web,” katanya.

Gallery