Implementasi Event Management dan Digital Marketing

FRI Selenggarakan ICoIESE 2020
2020-07-14
Show all

Implementasi Event Management dan Digital Marketing

Implementasi Event Management dan Digital

Marketing Sebagai Sarana Meningkatkan

Promosi Desa Wisata Secara Online Pada

Kampung Wisata Jelekong

Desa wisata jelekong merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Bandung yang terkenal akan seni lukisan.  Adapun tema lukisan biasanya bertemakan panorama pedesaan, pacuan kuda, buah-buahan, kereta kencana, ikan koi dan sebagainya. Hamper separuh warga jelekong menghidupi keluarganya dari memasarkan lukisannya. Lukisan karya seniman jelekong ini bukan hanya diiedarkan di Bandung, tetapi juga ke luar pulau Jawa. Kisaran harga lukisan Jelekong cukup terjangkau. Harga lukisan sangat tergantung tingkat kesulitan dan cat yang dipakai. Lukisan kanvas berukuran 135cm cm x 40cm dihargai mulai dari Rp.150.000,00 bahkan beberapa lukisan dijual seharga puluhan juta rupiah. Pemasaran lukisan tidak hanya terbatas di Kota Bandung, tapi juga ke Jakarta, Surabaya, Bali. Dalam satu pekan, lukisan yang dikirim ke Bali mencapai 2.000 eksemplar sehingga Bali merupakan pasar utama pelukis Jelekong diikuti Jakarta dan Surabaya. Selain dalam negeri, lukisan Jelekong sudah dinikmati masyarakat luar, terutama Malaysia dan Dubai. “Omzet kami mencapai Rp 250 juta per bulan.”

Strategi Pemasaran Lukisan Jelekong tergantung dengan pesanan atau pembeli yang datang. Apabila pembeli atau pemesan berani membayar dengan harga yang baik dalam arti sesuai dengan kualitas karya maka bandar juga akan memberikan karya dari pelukis yang memiliki teknik yang baik didukung dengan kanvas dan cat yang baik pula. Kategori ini disebut dengan teknik kelas atas. Biasanya pembeli atau pemesan datang dari Jakarta atau dari galeri-galeri. Sedangkan apabila pembeli atau pemesan datang meminta harga grosir atau satuan yang murah maka kualitas tidak akan sebagus teknik melukis kelas atas. Kategori ini disebut teknik melukis kelas bawah.

Permasalahan terbesar yang dialami oleh desa jelekong adalah kurangnya informasi mengenai bagaimana cara untuk menjual lukisan yang dibuat, akibatnya banyak warga desa yang kemudian menjual lukisan kepada pengepul. Lukisan yang dijual ke pengepul lukisan dihargai dengan harga murah sehingga kesejahteraan pelukis menurun. Akibatnya banyak pelukis yang beralih profesi menjadi profesi menjadi buruh pabrik, buruh bangunan atau petani karena mereka mendapatkan penghasilan yang tetap. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada ketua KOMPEPAR (Komite Penggerak Wisata) Giriharja, Kelurahan Jelekong, Intan D Sunarya, didapatkan fakta bahwa saat ini jumlah pelukis yang ada di Jelekong mengalami penurunan dari sebelumnya 800 seniman menjadi 400 seniman.

Oleh sebab itu maka Universitas Telkom melalui kerjasama antara 2 fakultas yang ada yaitu Fakultas Rekayasa Industri dan Fakultas Industri Kreatif, melakukan program pengabdian masyarakat dengan fokus kepada untuk bagaimana meningkatkan pengetahuan  dan keterampilan warga desa jelekong dalam hal melakukan pemasaran untuk hasil karya lukisan mereka, sehingga diharapkan kedepannya ketergantungan para pelukis kepada pengepul dapat menjadi berkurang.

Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dosen yang terdiri dari Warih Puspiitasari, R. Wahjoe Witjaksono, Muhardi Saputra, Ahmad Almaarif (Fakultas Rekayasa Industri) dan Tri Haryotedjo,  Donny Trihanondo dan DIdit Endriawan (Fakultas Industri Kreatif) dimulai dengan  berdiskusi dengan ketua Kelompok Penggerak Pariwisata yang bergerak di Bidang Pariwisata Seni Budaya Giri Harja Ibu Intan Sunarya mengenai identifikasi permasalahan dan analisis kebutuhan yang terjadi di desa Jelekong.

Setelah melakukan diskusi maka disepakati bahwa tim pengabdian masyarakat akan melakukan melakukan 3 macam kegiatan yaitu:

  1. Pembuatan Website Profil Desa WIsata Jelekong
  2. Pelatihan Digital Marketing untuk desa wisata
  3. Pelatihan Event Manajemen Kreativitas

Kegiatan pengabdian masyarakat pertama yang dilakukan adalah pembuatan website profile untuk desa wisata jelekong. Pada halaman web terdapat berbagai macam modul yang terintegrasi dengan berbagai modul, seperti profil desa, galeri lukisan yang dihasilkan oleh pelukis yang ada di jelekong, manajemen event berkaitan dengan semua kegiatan yang ada di desa jelekong dan kedepannya akan dilengkapi dengan sistem ecommerce terintegrasi untuk menjual hasil karya lukis para pelukis desa jelekong secara online.

Alamat website desa Jelekong yang telah dibuat dapat diakses melalui alamat  http://www.turisme.id.

Kegiatan kedua dari rangkaian kegiatan program pengabdiuan masyarakat adalah pelatihan pemasaran produk dan pengembangan strategi produk yang dihasilkan oleh desa jelekong. Pelatihan  ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para seniman yang ada disana bagaimana menyusun sebuah strategi pemasaran sehingga dapat menghindari mereka dari penjualan lukisan murah yang sering dilakukan oleh para tengkulak.

Dikarenakan adanya pandemic Covid 19, maka pelatihan yang awalnya akan dilaksanakan secara on site diubah dilakukan secara virtual (dengan membuat video pelatihan yang kemudian dapat diakses setiap saat oleh para seniman yang ada disana menggunakan sarana youtube.

Kegiatan Ketiga yang dilakukan adalah pelatihan manajemen kreatifitas. Topik dari manajemen kreatifitas yang kita ambil pada materi kali ini adalah topik “Unsur Dan Prinsip Desain”. Pelatihan ini juga kemudian dilakukan secara online dikarenakan adanya pandemic Covid 19.

Ketika muncul media lain dalam hal melakukan pemasaran hasil karya lukis  maka diharapkan kedepannya  akan banyak pasar bagi produk yang telah diciptakan sehingga dapat mengurangi persaingan pasar yang saat ini dimonopoli oleh para pengepul. Inovasi dan kreatifitaspun harus tetap dipertahankan, maka dari itu diharapkan dengan terlaksananya pengabdian masyarakat ini maka  ilmu dari program ini dapat direalisasikan dengan baik oleh masyarakat Jelekong sehingga akan berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Jelekong yang terus meningkat dan sejahtera di masa yang akan dating.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *